Rabu, 16 Maret 2011

Mengzi - Ibuku yang Membuatku Pintar

Semasa kecil Mengzi tinggal di dekat sebuah sekolah karena menurut ibunya dia akan bisa bertumbuh lebih baik secara mental dan berpengetahuan jika dalam suasana yang mendukung. Namun Mengzi kecil sangat suka membolos & malas belajar. Suatu hari dia membolos dan lari pulang rumah, sampai di rumah dia segera cari makanan dan duduk diatas beberapa potongan kain. Mengzi yang dalam keadaan kotor terlihat oleh ibunya dan langsung menghardik nya : “Belum ada yang pulang sekolah, mengapa kau pulang duluan, ibu sangat tidak senang dengan kelakuanmu ini!”

Mengzi menjawab : “Sekolah itu sulit, saya bukan anak pintar yang cepat memahami pelajaran dengan baik.” Melihat ibunya marah Mengzi tertunduk & merasa bersalah.

Kemudian ibunya mengambil kain sutra yang diduduki Mengzi, dan mulai merobek kain itu menjadi dua bagian, kemudian dirobek lagi menjadi empat bagian, empat bagian dipotong jadi delapan bagian, delapan bagian dipotong lagi menjadi enam belas bagian, demikian seterusnya sampai tidak bisa dipotong lagi. Setiap ibunya memotong kain sutra tersebut, hati Mengzi merasa teriris sebab dia tahu bahwa ibunya seorang janda yang membesarkan anak dengan menjahit kain sutra tersebut. Dia mulai ketakutan melihat ibunya demikian marahnya sampai sumber penghidupan pun dirusaknya.


Dengan menagis Mengzi menghampiri ibunya dan berkata : “Ibu, jangan marah lagi, aku tahu telah bersalah, tapi ibu jangan lagi meotong kain sumber penghidupan kita itu lagi, saya janji akan rajin belajar !“

Ibunya menatap anaknya dengan dalam dan berkata : “Kamu liat potongan-potongan kain sutra ini, benang sutra disulam sedikit demi sedikit baru bisa jadi sepotong kain sutra yang bagus, kemudian baru bisa dipotong dan dijahit untuk baju yang indah dan mahal. Belajar juga begitu, hasilnya tidak bisa cepat terlihat, belajar sedikit demi sedikit, walau susah, tidak bisa menjadi ala an berhenti belajar. Berulang ulang sedikit demi sedikit kau belajar akan menjadi menarik dan berguna, sehingga kamu akan menjadi orang yang bisa berguna bagi bangsa dan Negara!”

Sejak itu Mengzi berjanji akan berubah, yang sebelumnya sering bolos menjadi rajin belajar. Akhirnya dia berubah menjadi pemikir termasyur dari daratan Cina, hingga disejajarkan dengan Kongzi (Confucius). Berdua mereka dijuluki “Kong-Meng”.

Jika ditanya siapa yang membuat mu pintar seperti ini? MengZi tanpa ragu akan menjawab : “Ibuku yang membuatku Pintar !!“

Tidak ada komentar:

Posting Komentar